#header img { max-width: 99%; max-height:90%; margin:1px 1px;padding:0px;} .post img { vertical-align:bottom; max-width:90%; max-height:90% } #navigation img { vertical-align:bottom; max-width:80%; }
Tampilkan postingan dengan label makanan dan minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan dan minuman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Deppa Tori

Resep & Cara Pembuatan Deppa Tori

Halo apa kabar?
pastinya baik-baik saja kan.....
Saat ini saya akan menjelaskan cara membuat kue khas toraja yg terbuat dari tepung beras dan gula merah, bentuknya tidak terlalu menarik tapi rasanya luar biasa yaitu Deppa Tori (kue tori).
Berikut resep Kue Tori - kue khas Toraja. Mudah - mudahan takaran bahannya pas dan bisa jadi kue yang enak, soalnya buat kue ini gampang2 susah juga sih.



DEPPA TORI (KUE TORI)



Bahan  :
1 kg Tepung beras
1 kg Gula merah
1/2 lt Air
Vanilli secukupnya
Pengembang kue / Baking Powder secukupnya (dikit aja)
Wijen sebagai taburan
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat  :
Masak air dan gula merah sampai kental (campuran gulanya tidak putus kalo diangkat),diamkan sebentar. Ayak tepung beras, vanilli, pengembang kue kemudian campur ke dalam air gula yang dimasak tadi. Aduk adonan merata hingga bisa dibentuk/dicetak. Cetak diamond, taburi dengan wijen (pastikan wijennya melekat bagus di adonan yang sudah dicetak). Goreng hingga berwarna coklat mengkilat, lalu tiriskan.
Kue Tori siap disajikan.....

Cucuru Bayao (Kue Telur)

Cucuru Bayao (Kue Telur)

         Cucuru bayao adalah makanan khas yang berasal dari kabupaten pangkep dan maros. Bentuk cucuro bayao itu, bulat agak pipih, dan berwarna kuning tua. Cucuru bayao memiliki rasa yang sangat manis dan enak.   Jadi, bagi para penderita diabetes harus berhati - hati memakan si cucuru bayao ini.
        Kalo mau membuat cucuru bayao, sang pembuat harus mematuhi peraturan tertentu, antara lain ; pembuat harus bersih, memakai pakaian yang bagus, dan juga tidak boleh marah (membuat cucuru bayao membutuhkan kesabaran yang tinggi).
         
       Nah, bagi yang berminat membuat cucuru bayao, saya kasih resep cucuru bayaonya.

Bahan :
  1. 20 butir telur bebek
  2. 10 butir telur ayam kampung
  3. 40 gr kenari
  4. 1 ltr gula pasir
  5. 2 ltr air
 
    Cara membuat :
    1. rebus air dan gula
    2. pecahkan telur dan ambil kuningnya, kocok sampai mengembang
    3. cincang kenari sampai halus
    4. panaskan tempat untuk mengukus dan masukkan cetakan yang telah diolesi minyak. Kalau sudah panas masukkan adonan telur yang telah diberi kenari di cetakan kue
    5. ketika memasak cucuru bayao, buka tutupnya setiap 2 menit dibuka supaya kuenya tadi mengembang
    6. sajikan cucuru bayao dengan air gula
    Selamat mencoba....!!!! ^___^

    Kue Tradisional Bugis Makassar tetap Unggulan Di Negeri Sendiri

    Kebutuhan masyarakat terhadap kue tradisional masih menjadi minat, juga pada masyarakat menengah ke atas. Peminat penganan kue tradisional ini, dapat menemukan hal tersebut, bahkan dilokasi strategis di kawasan bisnis :kedai, toko, minimarket ke supermarket. Home industry beratribut Panorama Food tak dapat dipandang sebelah mata. Butik kue tradisional yang berdiri sejak tahun 2002, cukup berkembang dengan target high-end customers, sebuah layanan produksi kue khas yang telah telah turun-temurun diolah oleh tenaga professional.
    Dalam keberagaman suku bangsa dan budaya, banyak pula keaneka ragaman penganan yang dapat dihasilkan pada tiap-tiap daerah di Indonesia. Dengan rata-rata bahan yang digunakan pada panganan tradisional tersebut adalah bahan alami (tanpa campuran perasa dan pewarna), seperti kacang ijo santan kelapa, pandan wangi, kelapa, gula batu, tepung ketan, tepung beras, dan sebagainya dengan olahan berbagai kreasi dan kekhasan tiap daerah tersebut. Sungguh sebuah kearifan cita rasa juga dengan nilai kesehatan menjadi timbangan pilihan untuk menu penganan tersebut, selain memang enak, kue ini juga tidak mengandung bahan pengawet atau bahan lainnya yang bisa mengganggu kesehatan, inilah salah satu dari keunggulan kue tradisional
    Kue tradisional, kenapa masih tetap eksis di pasaran sampai sekarang ini, kami dapati dalam banyak sumber bahkan pada negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam berbagai kue tradisional mengisi ruang gerai modern dan dengan tempat terhormat.
    Kue tradisional produksi Maros,
    Putu Kacang, Baruasa dan Wijen, tetap eksis di tengah persaingan kue modern
    Alimin Ass( post .http://maroskearifanbudaya.blogspot.com/2011/05/)- “Permintaan kue tradisional Putu Kacang Produksi Maros, sampai sekarang ini masih tetap eksis, di tengah ketatnya persaingan aneka kue olahan yang menggunakan alat-alat modern, kue ini tetap dicintai banyak konsumen. pun jadi favorit di kalangan konsumen ekonomi menengah bawah sampai ekonomi atas, karena dibuat dari kacang ijo dengan kualitas terbaik sebagai bahan baku utamanya selain tepung beras.
    Baruasa, Wijen dan terkhusus Putu Kacang ini, tidak saja disukai oleh konsumen untuk menu pagi dengan kopi atau teh hangat tetapi juga penganan ini dengan bahan dasar kacang ijo tadi sangat baik untuk menerapi penyakit maag, ketika aku mengkonsumsinya setiap pagi sebelum berangkat kerja “’ ujar Alimin,Ass, pedagang kue tradisional Bugis Makassar ini, yang melayangkan kuenya ke distributor kontak kue tersebut (29/5).
    Dalam penelusuran jejak kue tradisional ini (Crew Maros Pappaseng), mengakui bahwa ketiga jenis penganan tradisional ini, sangat diminati sebagai sajian untuk pengiriman keluar daerah (oleh-oleh), sebagai kue lokalitas khas Sulawesi Selatan pada kerabat yg jauh di luar daerah.
    Pada beberapa kegiatan rapat, pelatihan, seminar dan lainnya, baruasa, wijen dan putu kacang ini juga menjadi hidangan yang sangat menarik bersama jenis kue tradisional lainnya, kondisi ini mengindikasikan penganan tradisional ini, semakin dikenal oleh banyak konsumen termasuk kalangan atas.
    Begitu pula dari segi keawetannya. Kue tradisional, yang berbahan dasar kacang ijo ini pada putu kacang, tepung beras kelapa dan gula batu pada baruasa dan wijen , tepung beras pada penganan wijen, dalam kealamian bahan dasar dari penganan ini tentu tanpa pengawet atau kalah awet, bila dibandingkan dengan bread dan cake yang menggunakan pengawet seperti, benzoat dan potassium, namun, inilah hal esensial dan kelebihan yang dimiliki penganan tradisional masy.Bugis Makassar, walaupun pembuatannya rumit dan harus telaten dalam mengolah penampilan kue tradisional agar jauh lebih menarik. “Warna putih ke cendrungan krem sungguh mewakili bahan dasar alami pembuatan kue tersebut, dapat dikatakan berbeda dengan bread dan cake yang mayoritas berwarna kecoklatan.,” jelas Kaimuddin.Mbck, kelahiran maros, usai melacak jejak keberadaan kue tradisional ini.
    Dalam menghadapi persaingan, penampilan yang menarik, baik warna maupun bentuk, inilah yang harus ditonjolkan oleh produsen dan penjual kue tradisional sehingga mereka dapat terus eksis di tengah gempuran bread dan cake. “Persaingan pasti akan semakin berat dari tahun ke tahun. Jadi, masing-masing perlu menonjolkan kelebihan. Dan jangan lupa untuk terus kreatif dan inovatif,”

    kue barongko
    Barongko ataBuronggo adalah salah satu penganan khas asli Bugis. Barongko sangat mudah dijumpai dalam acara-acara adat, acara perjamuan dan kegiatan-kegiatan lain di daerah Bugis, seperti misalnya acara pengantin, Mappanre Temme(khatam Qur’an), sunatan, pengajian dan lain-lain. Biasanya kue Barongko yang juga kadang disebut Buronggo disajikan sebagai makanan penutup setelah makanan pokok. Penganan ini berbahan dasar pisang kepok matang yang dikukus dengan daun pisang.
    Untuk membuat Barongko atau Buronggo, berikut ini resepnya :
    Resep Masakan Barongko/Buronggo
    Bahan:
    1. 8 buah pisang kapok matang
    2. 2 butir telur, kocok lepas
    3. 50 gram gula pasir
    4. ¼ sendok teh garam
    5. ¼ sendok teh vanili bubuk
    6. 100 ml santan dari ¼ butir kelapa
    7. Daun pisang untuk membungkus
    Cara Membuat Kue Barongko :
    1. Kupas pisang, potong-potong, haluskan
    2. Tambahkan telur, gula pasir, garam, vanili, santan. Aduk hingga rata
    3. Ambil selembar daun pisang, masukkan 2 sendok makan adonan. Bungkus bentuk tum.
    4. Kukus 30 menit hingga matang
    Selamat Mencoba…..

    Putu Kacang

    Standar
       kue kering khas Bugis Makassar yang paling   digemari oleh Wisatawan adalah Kue Putu Kacang. Jenis kue ini sangat enak rasanya. Kue berbahan dasar tepung beras dan berasa manis ini sangat rapuh sehingga perlu kehatian-hatian saat memegangnya. Berbeda dengan karasa, bagea yang terbuat dari tepung sagu justru lebih ” gemuk ” . Rasanya juga cukup manis dan memiliki rasa kacang atau wijen.

    7 Makanan Khas Sulawesi Selatan

    Makanan, tentu saja kita butuhkan setiap harinya. Karena manusia membutuhkan makan untuk dapat bertahan hidup. Nah berikut ini saya akan Share beberapa makanan Khas Dari SULAWESI SELATAN
    di antaranya:

    1. Kapurung

    Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur) Makanan ini terbuat dari sari atau tepung sagu. Di daerah Maluku dikenal dengan nama Papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan aneka sayuran. Meski makanan tradisional, Kapurung mulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.Di daerah Luwu sendiri namaKapurung ini sering juga di sebut Pugalu.

    2. Coto Makassar

    Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan "burasa". Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Dan direncanakan mulai bulan November 2008 Coto Makassar akan menjadi salah satu menu pada penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Makassar. Makanan ini mirip dengan sop sodara.

    3. Sop Konro

    Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.
    Konro aslinya dimasak berkuah dalam bentuk sup yang kaya rempah, akan tetapi kini terdapat variasi kering yang disebut "Konro bakar" yaitu iga sapi bakar dengan bumbu khas konro.

    4. Jalangkote
    Jalangkote adalah kue yang bentuknya serupa dengan kue yang ada di Jakarta dan sejumlah daerah disebut pastel. Bedanya, kalau bahan kulit pastel umumnya tebal dan empuk, maka kulit jalangkote tipis. Kulit jalangkote menggunakan bahan dasar terigu, telur, santan, mentega, garam, dan bahan-bahan tambahan lainnya dan dibuat tipis. Tak hanya kulit, isinya pun beda. Kalau pastel isinya bisa macam-macam seperti cokelat, susu, kacang, ikan, dan lainnya, maka jalangkote tidak.
    Secara umum, sejak dulu hingga kini, isi jalangkote hanya terdiri atas wortel dan kentang yang dipotong-potong bentuk dadu dalam ukuran kecil, tauge, dan soun (laksa). Sayur-sayuran ini ditumis dengan bumbu merica, bawang putih, bawang merah, dan bumbu lainnya. Kalaupun saat ini jalangkote mengalami perubahan isi, itu hanya penambahan telur 1/4 atau 1/2 butir dan daging sapi cincang. Dan Jalangkote biasanya disajikan  dalam menu berbuka puasa



    5. Buras/Burasa'
    Buras/Burasa' adalah masakan khas Sulawesi Selatan. Buras mirip dengan lontong, terbuat dari beras hanya saja bentuknya agak berbeda. Buras lebih halus dengan balutan daun pisang muda, disajikan dengan taburan bumbu kelapa kering, gula, garam dan cabai. kebanyakan buras banyak di jual di pasaran. Namun, Umumnya Makanan ini disajikan pada saat-saat tertentu seperti Acara Syukuran, Pernikahan Dan Pada suasana Lebaran.


    6. Mie Titi
    Mie Titi ini adalah sejenis mie kering yang disajikan dengan kuah kental dan irisan ayam, udang, jamur, hati dan cumi. Mirip ifumie, hanya mienya sangat tipis. Tadinya nama mie titi ini adalah nama jenis makanan, namun ternyata kata titi berasal dari nama panggilan pemiliknya. Mie Kering di Makassar mulai popular sejak tahun 70-an. Diawali oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Ang Kho Tjao, yang kemudian menurunkan pengetahuan memasak mie kering kepada tiga orang anaknya yaitu Hengky, Awa dan Titi. Setelah Ang Kho Tjao meninggal dunia, usaha kedai mie kering dilanjutkan oleh ketiga anaknya yang masing-masing membuka kedai sendiri. Yang cukup popular di Makassar adalah kedai milik Titi, sehingga nama mie kering ini selalu diidentikan menjadi “Mie Titi“. 

    7. Pisang Epe
    Pisang Epe adalah pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat. Makanan Ini banyak di temui di sekitar Pantai Losari Makassar.
    http://zoruchis.blogspot.com/2011/08/7-makanan-khas-sulawesi-selatan.html

    Ballo’: Minuman Khas Dari Pohon Lontar

    Ballo’: Minuman Khas Dari Pohon Lontar



    بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



    Ballo’ atau tuak (arak), merupakan minuman khas dari Sulawesi Selatan. Terdiri dari 2 macam rasa: rasa pahit bercampur kecut (yang memabukkan), dan rasa manis (sebagai bahan baku gula merah).
    Jenisnya juga macam-macam, kalau dari pohon Nipa namanya Ballo’ nipa (inru’), kalau dari beras yang diragi namanya ballo’ ase, dan kalau dari pohon tala’ (lontar/siwalan) namanya Ballo’ tala’.
    Pada jaman dulu, di Sulawesi Selatan, Ballo’ dijadikan sebagai minuman pelengkap jika raja mengadakan pesta perjamuan di istananya. Begitu juga saat menghadapi perang, para prajurit kerajaan sengaja menenggak Ballo’ terlebih dahulu, agar di medan perang tidak merasa gentar dan semakin gagah berani menghadapi lawan.
    Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Ballo’ bukan lagi sekedar sebagai sajian eksklusif kerajaan. Tapi sudah menjadi trend tersendiri di kalangan masyarakat luas, tak terkecuali di masyarakat Turatea itu sendiri.
    Para penikmat Ballo’ (painung Ballo’), biasanya berasal dari kalangan pemuda hingga orang tua. Bahkan di beberapa tempat, kaum hawa juga terkadang ikut serta, terutama yang frustasi menghadapi hidup ataupun sekedar mencari sensasi.
    Di Jeneponto, Ballo’ cukup mudah diperoleh. Itu karena hampir di setiap sudut wilayah ini, banyak orang yang bekerja sebagai Pae’ba’ Ballo’ (Pembuat Arak). Cara membuatnya pun cukup mudah. Cukup menyediakan pisau tajam (bassi pangnge’ba’), alat panjat (Tanrang), wadah (tongka), dan juga alat pengerik (pengngepeki), Ballo’ sudah bisa diperoleh.
    Disamping mudah memperolehnya, Ballo’ juga adalah minuman yang murah meriah. Jika dibandingkan dengan minuman keras botolan yang di jual di toko-toko, harganya cukup mahal, Ballo’ masih menjadi pilihan utama bagi kalangan masyarakat bawah karena harganya yang sangat murah. Cukup merogoh selembar uang sepuluh ribu, mereka sudah bisa berpesta pora sampai puas.
    Tapi berbicara tentang ballo’, khususnya ballo’ tala’, bagaimana sih cara membuatnya sehingga para pae’ba Ballo’ bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan?
    Agar bisa memperoleh ballo’, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
    1. Pohon tala’; Pohon tala’ merupakan pohon yang dapat menghasilkan ballo’. Tetesan ballo’ di dapat dari bunga jantan mudanya (tu’ra) yang sudah dilukai ujungnya. Tidak semua tala’ berpotensi  menghasilkan ballo’.
    2. Tanrang; Tanrang adalah tangga unik yang dipakai untuk memanjat pohon tala’. Dikatakan unik, karena Tanrang terbuat dari bambu panjang yang lubangnya berjejer horizontal. Setiap lubangnya di pasangi balok secara bergantian kiri dan kanan, yang berfungsi sebagai tempat pijakan kaki saat memanjat.
    3. Tongka; Seperti halnya Tanrang, tongka juga terbuat dari bambu yang di potong pendek, tapi kadang juga menggunakan jerigen sebagai penggantinya. Fungsinya untuk menampung tetesan ballo’. Biasanya di pasang di ujung tu’ra yang meneteskan ballo’.
    4. Pisau tajam; Pisau ini harus tajam. Karena tugasnya untuk melukai ujung tu’ra agar bisa meneteskan air ballo’.
    5. Pangngepeki; Pangngepeki dipakai untuk mengerik tu’ra yang sudah dilukai ujungnya.

    Setelah alat-alat tersebut sudah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah membuat ballo’.
    Ada sesuatu yang menarik dari hasil interview saya terhadap salah seorang pae’ba ballo’. Katanya, untuk mendapatkan ballo’ dengan hasil yang memuaskan, maka kita harus pintar-pintar mengerik tu’ra agar tidak cepat kehabisan air. Tu’ra yang dikerik secara serampangan akan cepat kering, dan pada akhirnya mengecewakan. Tapi jika sudah berpengalaman, maka tu’ra tersebut dapat menghasilkan tetesan ballo’ hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari. Biasanya dalam satu tangkai tu’ra, bisa menghasilkan ballo’ sebanyak 1 - 2 tongka…
    Menariknya, dari tu’ra yang sama dapat menghasilkan ballo’ dengan rasa yang berbeda. Kenapa bisa? Bagaimana caranya?
    Masih dari sumber yang sama. Katanya, untuk mendapatkan ballo’ tanning (tuak manis), maka tongka yang akan di pakai untuk menampung tetesan dari tu’ra tersebut, harus di cuci bersih. Kalau perlu pakai sabun.
    Tapi kalau kita ingin membuat ballo’ kacci (tuak kecut), maka tongka tersebut tidak boleh di cuci bersih. Biarkan sisa-sisa ballo’ dari hasil sadapan kemarin hingga beberapa hari yang lalu, menggumpal di dalam tongka. Itu akan membuat hasil sadapan menjadi berbeda dari segi rasa…
    Selain itu, biasanya para pae’ba ballo’ yang sudah berpengalaman, menambahkan ramuan tertentu ke dalam tongkanya, yang di ambil dari pepohonan sekitar.
    Dari informasi ini, saya berkesimpulan bahwa ternyata tidak semua orang bisa menjadi pae’ba ballo’ yang profesional. Dibutuhkan keahlian dan ketekunan tersendiri untuk menggelutinya…hmmmm…
    Tapi lebih dari itu, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Bahwa ulama sudah bersepakat bahwa ballo’ merupakan bagian dari khamar. Sementara khamar adalah sesuatu yang najis dan diharamkan oleh Allah swt. Wassalam***